Waspada … Dioksin memicu PMS (Pre Menstrual Syndrome)

“Kamu marah-marah terus…lagi M ya??” Kadang, sering kita dengar pertanyaan itu. Wanita yang suka marah-marah penuh emosi, mudah tersinggung saat menjelang waktu haidnya (7-10 hari sebelum menstruasi) berarti dia sedang mengalami Pre Menstruation Syndrome (PMS). PMS adalah kumpulan gejala fisik, psikologi, dan emosi yang terkait dengan siklus menstruasi wanita. Survey yang dilakukan di AS tahun 1982 menyatakan sekitar 50% wanita mengalami PMS dan di Indonesia kurang lebih 85% wanitanya mengalami PMS pada usia 25-35 tahun.
painful-pms

Secara umum, gejala PMS dari segi fisik adalah nyeri perut dan kembung, payudara bengkak dan kencang, sakit kepala, nyeri punggung, berat badan bertambah, bengkak pada kaki dan tangan, retensi air, mual dan muntah, nyeri otot dan persendian. Gejala psikis perilakunya bisa meliputi mudah marah, perubahan mood yang kentara, sedih, dan kadang suka menangis, cemas, depresi, mudah lupa, merasa kesepian, kurang konsentrasi, kurang berenergi, bingung, tidak percaya diri, mudah lelah, insomia, pusing, suka ngemil, haus, makan berlebihan, ingin menyendiri, malas beraktivitas (sosial / pekerjaan), bahkan hilang hasrat seksual. Selain PMS, sebenarnya ada 1 lagi gangguan lebih berat dari itu, yaitu PMDD (Premenstrual Dysphoric Disorder) bedanya pada PMDD perubahan mood sangat tajam sehingga dapat merusak hubungan sosial / pekerjaan. Sekitar 8% dari wanita Amerika menderita PMDD ini. 

Penyebab PMS adalah perubahan siklus hormon dan perubahan kimia dalam otak (serotonin). Fluktuasi serotonin (neurotransmitter) memainkan peran penting dalam mood dan bisa memicu gejala PMS. Kurangnya jumlah serotinin tidak saja dapat menyebabkan depresi pra menstruasi, tetapi juga kelelahan, nafsu makan bertambah, masalah tidur, depresi, stress, pola makan yang buruk.

Penyebab gangguan hormonal sendiri dapat dikelompokkan ke dalam faktor: toksin, stress, insulin, dan gizi. Berdasarkan keempat faktor ini PMS dapat dicegah / diringankan dengan cara:

1.Konsumsi gizi seimbang dan kurangi garam, gula, dan kafein. Konsumsi karbohidrat kompleks, serat dari sayur dan buah, cukupi asupan vitamin B kompleks yang baik untuk sintetis neurotransmitter khususnya dopamin dan serotinin.

2.Terapi relaksasi dengan meditasi, yoga, tidur yang cukup.

3.Olahraga dengan teratur minimal 3 kali seminggu.

4.Hindari paparan toksin seperti dioksin. Banyak penelitian yang menyatakan bahwa dioksin berbahaya bagi kesehatan dan dapat mengacaukan sistem metabolisme hormonal wanita. Sumber-sumber dioksin sangat banyak, di antaranya dari pembalut dan pantyliner yang terbuat dari bahan-bahan yang tidak berkualitas di mana dalam proses pembuatannya menggunakan senyawa pemutih / klorin.

Dioksin menguap dan masuk ke dalam sistem reproduksi dan lama kelamaan (20-30 tahun kemudian) bisa menyebabkan penyakit yang menyerang organ reproduksi wanita salah satunya adalah ketidakseimbangan hormon yang mengacu pada ketidakseimbangan emosi. Pastikan menggunakan pembalut dan pantyliner bebas dioksin agar bebas PMS sekaligus mengurangi resiko berbagai gangguan penyakit organ reproduksi wanita lainnya.

www.tokopembalut.com mengerti akan kebutuhan wanita modern Indonesia dengan menyediakan Pembalut berkualitas tinggi. Jangan sampai terlambat, segera beralih menggunakan Natesh pembalut herbal. *

Natesh satu-satunya pembalut / pantyliner BEBAS DIOKSIN yang mengandung NANO SILVER dan MAGNET.

Sumber:

1.http://www.scribd.com/doc/46170312/Faktor-Faktor-Yang-Mempengaruhi-Terjadinya-Pre-Menstrual-Syndrom-PMS-Pada-Wanita-Usia-25-35-Tahun<br />
  2.  mayo clinic

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s